Powered By Blogger

Rabu, 06 Januari 2010

This Is (Not) Alay

Dear Diary






Beberapa hari yang lalu, aku sempet baca catatannya kakak kelasku yang cowok (yang aku suka). Catatan itu ditulis oleh kakak kelasku cewek yang satu kelas dengan dia. Dan catatan itu berisi tentang ALAY.


Aku bingung pada orang-orang. Tulisan yang besar-kecil disebut ALAY, emoticon yang nggak ada di Yahoo! Messenger juga disebut ALAY, apapun itu - jika aneh - disebut ALAY. Sebenernya jika kita menyebut orang itu ALAYER padahal kita sendiri juga ALAY, nggak salah? Menyebut orang seperti menyebut dirinya sendiri. Dan bahkan, orang-orang yang membalas smsku dengan bahasa yang begitu singkat, dengan singkatan-singkatan yang bener-bener aku nggak ngerti, APAKAH ITU bukan ALAY? Aku heran banget sama mereka. Tulisanku juga besar-kecil jika aku menulis sebuah judul, nama orang, nama film, atau apapun yang bisa memasukkan pelajaran Bahasa Indonesia ke dalam sebuah tulisan. Apa seperti itu juga ALAY namanya?


Dan aku juga heran, sejak kapan nama ALAY ada di Indonesia dan di pikiran mereka? SEJAK KAPAN? Apa aku kurang begitu gaul di sekitar mereka sehingga aku tidak mengerti apakah itu ALAY? Mereka benar-benar luar biasa. Sampai aku nggak tau pun, mereka bisa tau. MEREKA BENAR-BENAR JENIUS dalam mengatai orang seperti itu. Aku aja nggak kepikiran. Aku kadang - bahkan sering - tidak mengerti arti tulisan dari mereka. Aku aja nggak berani ngatain mereka ALAY. Kok bisa-bisanya mereka mengatai orang yang tulisannya aneh dengan kata ALAY? Sebenernya, siapa sih yang pertama kali mengucapkan kata ALAY sehingga begitu fenomenal di hati para remaja (dalam Islam disebut BALIGH) di Indonesia? What the hell. Apa maksud dari semua ini.


Dear Diary, bukan maksud aku untuk mengatai mereka juga. Tapi mereka bisa nyadar diri nggak, sih. Aku sampe bingung darimana mereka bisa menggunakan kata itu sebagai kata hinaan atau sebutan untuk orang yang menulis kata atau kalimat yang aneh-aneh. What something? Huaaaaaaaaaaaaaaaa. Sampe nangis beneran aku.


Diary, udah dulu ya. See you next time untuk cerita pengalaman selanjutnya. Apa yang bakal terjadi esok hari, I don't know. See you.












Love Me,
CHITA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar